Pertama, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin to all Moslems
Kedua, Sayangnya, hari raya saya dilewati dengan kepala pusing dan sakit perut sepanjang hari sehingga harus berdiam diri di tempat tidur. Tapi sekarang sudah baikan kok. Agak sih.
Ketiga, Selama masa pesakitan saya telah menceburkan diri ke dalam dunia yang selama ini saya kagumi, yaitu dunia CSI alias Crime Scene Investigation. Yaitu kurang lebih seperti polisi+saintis yang menggunakan sains dicampur kecerdasan ala detektif untuk melacak kebenaran dari sebuah pembunuhan, etc. Terutama CSI: NY yang telah membuat saya sangat obsesif dalam mendownload. Tapi, marilah saya kenalkan Anda kepada dunia forensik yang menyenangkan ini, shall we?

CSI: New York
Inilah series dari ketiga CSI yang paling saya suka, mungkin karena New York itu keren, dan paling cocok dengan saya (halah). Namun memang kasus-kasus di sini begitu menarik perhatian saya, seperti episode mengenai orang mati dengan kostum superhero di dalam phone booth persis superman, tentang kematian yang diprediksikan lewat time machine, ya sejenis itulah. Nggak terlalu rich people/drug oriented kayak Miami atau berkepanjangan sekali kayak Miniatur Killernya Vegas. Karakternya juga pas-pas saja, nggak ada yang terlalu overdeveloped atau underdeveloped. Just right. Mac yang tegas dan penuh integritas, namun tidak begitu kaku, Stella yang betul-betul superwoman, Danny yang keren, Lindsay yang memang dari luar cute, tapi jangan salah kira, tetapi romance antara keduanya yang pertamanya ‘lovey-dovey awwwww cute’ menjadi penuh drama yang agak menjemukan. Okey, lanjut, Det.Flack yang sangat New York, yang sering membuat komentar aneh bin ajaib, Adam, teknisi lab yang sangat geekily adorable, Sid, Medical Examiner dengan kacamata yang bisa dipisah ditengahnya yang sangat keren sekali, dan banyak lagi oh-so-coolness dari seri CSI yang ini

CSI: Miami
Series yang kedua paling sering saya tonton, karena inilah yang paling sering diputar ulang di AXN. Well, CSI yang inilah yang paling glamorous, paling ‘oren’, dan paling menggelikan karena satu sosok: HORATIO CAINE. Love it or hate it, dialah yang membuat dunia berjalan di CSI:Miami. Dengan kacamata hitam kebajikannya, dan kata-kata mutiara dramatis, kekuatan badge kebenaran, akan menghukummu! Karakter yang lain juga oke sih, Calleigh, Eric, Alexx, Ryan, dan yang lainlah. Cuma yang agak mengganggu adalah storyline yang sering di panjang-panjang-panjangkan dan berhubungan dengan perdagangan narkoba dan gangster (yang sorry to say, agak membosankan). Tapi kalau out for some murderous fun in the Miami sun, look no further, because there’s CSI:Miami

CSI: Crime Scene Investigation
Um, semestinya ini yang saya tonton duluan karena inilah awal mula semuanya. Mungkin karena tidak terlalu sering ditampilkan (atau saya yang jarang tengok?) di AXN, saya jarang menangkapnya. Mungkin ditambah faktor bahwa saya menganggap terlalu banyak hal yang terjadi antar karakter dan di dalam cerita sehingga menonton satu episode saja saya akan kesulitan. Tetapi baru-baru ini saya melihat kembali episode-episode dan nyatanya tidak juga. Lihat saja, mungkin I’ll be the next biggest fan of the original CSI.
Keempat, Susu hangat untuk insomnia = works for me. Dan itulah yang membantu saya mengembalikan sleep cycle
Kelima, pelatnas astro……..saya ikut. Okay, masuk sekolah seminggu, siap-siap buat Bandung, berangkat, dan nggak balik-balik sampe sebulan, nggak nonton bulan bahasa, atau pembaretan gen XI, atau penerbitan perdana kaktus. Great.
Cheerios